Jakarta – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Badan Standardisasi Nasional (BSN) membahas pengautan sinergi dan kolaborasi dalam pengembangan standardisasi, penilaian kesesuaian, dan jaminan produk halal. Kolaborasi kedua lembaga diarahkan untuk memperkuat mutu, kepercayaan, dan daya saing produk Indonesia di pasar nasional maupun global. Hal dibahas dalam audiensi Kepala BSN Donny Purnomo beserta jajaran di kantor BPJPH yang diterima oleh Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan di Gedung BPJPH, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan mengatakan, penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH) membutuhkan kolaborasi lintas lembaga agar ekosistem halal Indonesia dapat berkembang secara terintegrasi.

“Halal sekarang telah menjadi standar untuk semua. Di dalamnya ada transparency, traceability, and trustability. Ini yang harus kita bangun bersama sehingga halal menjadi value added bagi produk Indonesia,” ujar Babe Haikal, sapaan akrab Ahmad Haikal Hasan.

Menurut Babe Haikal, penguatan aspek halal tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan ketentuan bagi konsumen Muslim, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan terhadap produk. Karena itu, sinergi dengan lembaga standardisasi menjadi penting untuk mendukung penguatan ekosistem produk halal Indonesia.

Senada dengan Babe Haikal, Kepala BSN Donny Purnomo mengatakan bahwa jaminan halal memiliki dimensi yang luas. Selain menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban bagi umat Muslim, aspek halal juga memiliki dimensi ekonomi yang strategis bagi Indonesia.

“BSN tentu siap bersinergi dan mendukung BPJPH dalam penguatan ekosistem halal, khususnya melalui standardisasi yang dapat menjawab kebutuhan nasional dan perkembangan industri,” ujar Donny.

Sinergi BPJPH dan BSN antara lain diarahkan pada pengembangan standar yang mendukung kebutuhan penyelenggaraan JPH sekaligus perkembangan industri. Standardisasi diharapkan dapat memberikan acuan yang jelas bagi pelaku usaha serta mendukung peningkatan mutu dan daya saing produk.

Deputi Bidang Pengembangan Standar BSN Hendro Kusumo mengatakan, BSN siap memfasilitasi pengembangan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang dibutuhkan BPJPH. Pengembangan standar dapat mempertimbangkan kebutuhan nasional sekaligus perkembangan standar internasional yang relevan.

Langkah tersebut penting agar standar yang dikembangkan dapat memberikan manfaat bagi industri nasional dan tetap memiliki keterkaitan dengan perkembangan perdagangan serta ekosistem halal global. [Sumber: BPJPH]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *